tulis saja, walau sedikit, apa saja..

Sabtu, 15 Januari 2011

Metamorfosa XY

Karena saya ingin sekali menjadi seorang pria.

Apa itu sudah?

Ada kontrol dimana-mana.

Gag nafsu gag emosi sama saja besarnya.

Apa itu pria?

Berfikir pakai otot lalu otak gunanya apa?

Bagaimana bila saya seorang pria?

Tentu saya sudah dimanja.

Punya istri dipangku sayang, punya anak gendong di belakang.

Karena wanita senang kepada pria.

Bukan bocah lelaki yang diam karena sebungkus permen untuk digenggam.

Cengeng!

Namun kini..

Banyak pria-pria yang lantas senang menelan ingusnya.

Kedewasaan tak pernah benar-benar berarti pada perbatasan ujung sebuah kalimat.

3 komentar:

  1. waaaaaa..
    blog dika bagusss..
    aq mauuuu dibuatin,biar tinggal ngisi!hahahaha

    BalasHapus
  2. kalo pertanyaannya:

    "Karena saya ingin sekali menjadi seorang pria

    Apa itu sudah?"

    heumm, jadi keinget ama bacaan ini kk:

    Pria vs Cowok

    P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa
    C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa

    P : Jago membuat wanita merasa tenang
    C : Jago membuat cewek merasa senang

    P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN
    C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV

    P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang
    C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa

    P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan
    C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum

    P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita
    C: Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri

    P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan
    C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan

    P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon
    C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon

    P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, “Kita tetap bisa berteman selamanya.”
    C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang-batang, plus ucapan, “Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!”

    P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus
    C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus

    P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun
    C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun

    P: Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik
    C: Cuma bisa ngamuk, adu mulut, n adu otot kalo konflik

    P : Mikirnya “Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak”
    C : Mikirnya “Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin !!!”

    P: Otak no 1, digabungin otot kalo kepaksa
    C: Otot no 1, ditambah otak kalo punya.

    whehehe, bisa-bisa nya aja yang buat nihh..

    tapi senang sama quote yang ini kak:
    Bagi seorang pria, tidak ada penyerahan diri yang lebih indah daripada penyerahan diri kepada wanita yang dicintainya. Namun, Seberapa besar penyerahan pria kepada wanita, bergantung kepada wanitanya. Pria akan senang pada wanita yang membentuknya menjadi pribadi yang besar. Wanita yang menuntut untuk dimuliakan oleh prianya, haruslah wanita yang memuliakan prianya. Kehidupan ini adil.
    _Mario Teguh_

    N.i.c.e. O.n.e.

    BalasHapus
  3. za: ini liza atau za za yg diluar sana? hehehe..

    dessy: yup, betul! karena kedewasaan tak pernah benar-benar berarti pada perbatasan ujung sebuah kalimat. ia butuh aksi! just do it! :)

    BalasHapus

© TUL[!]S, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena